JASA ANTI RAYAP
![]() |
Negara Asal: Indonesia
Cara Pembayaran: Tunai
Kemas & Pengiriman: jasa
Keterangan:
1. Termite Control
Termite Control adalah pekerjaan jasa mengendalikan rayap yang kehadirannya dapat merusak kayu bangunan dan perabotan rumah yang bahannya terbuat dari kayu atau bahan yang mengandung selulosa. Mulai dari bangunan sederhana sampai gedung bertingkat tidak lepas dari bahaya rayap.
Termite control bermanfaat sebagai inventasi untuk melindungi asset berupa rumah / bangunan dan perabotannya supaya mempunyai nilai pakai yang lebih lama. Pekerjaan Termite Control meliputi dari 2 metode pengerjaan:
a. Metode Pra Kontruksi (Proses Pembangunan/Bangunan Belum Jadi)
Menggunakan metode penyemprotan larutan atau spray yang dilakukan pada:
- Lubang Pondasi
- Pondasi
- Tanah Urugan
b. Metode Pasca Kontruksi (Bangunan Lama/Sudah Jadi)
Menggunakan metode penginjeksian larutan yang dilakukan pada:
- Lantai
- Tembok
- Kayu
I. Metode Pekerjaan
1. Soil Treatment (Perlakuan Tanah)
A. Pra Konstruksi (Proses pembangunan/bangunan belum jadi)
B. Pasca Konstruksi (Bangunan lama/sudah jadi)
A. Pra konstruksi ( Proses pembangunan )
Pekerjaan termite control Pra konstruksi dilakukan sebelum atau pada saat bangunan didirikan melalui tahap-tahap sebagai berikut:
A.1. Perlakuan pada pondasi
a. Setelah lubang pondasi selesai digali, dasar lubang galian tersebut dan kedua dinding lubang tersebut disemprot dengan larutan termitisida secara merata sebanyak 5 liter x 2.5 cc = 12.5 cc /m2. (Gambar no.1)
b. Semprot dan siram kedua sisi pondasi secara merata dengan larutan termitisida dosis 10 liter x 2.5 cc = 25cc /m2 (dalam pondasi 1 m lurus, 5 liter sebelah kanan dan 5 liter sebelah kiri).
c. Tanah galian atau urugan harus disemprot secara merata dengan larutan termitisida. Setelah pondasi dibangun, tanah galian dimasukan kembali kedalam lubang pondasi agar berfungsi sebagai penyangga serangan rayap.
A.2. Perlakuan sebelum pemasangan lantai Sebelum lantai dipasang, semua permukaan tanah disemprot dengan larutan termitisida dengan dosis 5 liter x 2.5 cc = 12.5 cc /m2.
B. Post Construction / Pasca Konstruksi (bangunan lama/sudah jadi)
Pekerjaan termite control pasca konstruksi dilakukan untuk bangunan yang sudah ada/berdiri untuk mempertahankannya dari serangan rayap melalui tahap-tahap sebagai berikut:
a. Pengeboran
1. Pekerjaan pengeboran harus dilakukan dalam keadaan bangunan tertutup. 2. Pengeboran harus dilakukan sebagai berikut :
a. Berdia meter 1cm.
b. Kedalaman 30 cm menembus kedalam tanah.
c. Jarak dari lubang ke lubang yang lain 30-40 cm.
d. Jarak dari dinding 15 cm.
e. Debu dan kotoran dari pengeboran harus dibersihkan.
b. Penginjeksian termisida
1. Pekerjaan pengeboran harus dilakukan dalam keadaan bangunan tertutup. 2. Injeksi harus dilkukan sebagai berikut :
a. Injeksi yang langsung tembus kedalam tanah sekitar pondsi dilakukan pada bagian dalam dan luar tepi bangunan.
b. Injeksi lantai maupun dinding dosisnya 2 liter per lubang atau sampai larutan keluar dari lubang disampingnya.
c. Untuk tempat rentan atau rawan rayap dosisnya dinaikkan 2,5 3,5 liter perlubang.
d. Untuk ketepatan ukuran dapat digunakan flow meter atau dengan cara kalibrasi sebelumnya.
e. Untuk injeksi dilakukan secara horizontal, pipa dimasukkan sepanjang lantai yang diberi peralatan dan melalui pipa tersebut larutan termitisida dipompakan kecepatan penarikan harus diperhitungkan dosis ditentukan untuk lantai yaitu 4-5 liter/m2.
3. Pembersihan
a. Setelah selesai disuntikkan semua lubang yang dibuat tadi ditutup kembali dengan semen sewarna lantai.
b. Debu atau kotoran dari pengeboran harus dibersihkan. c. Bila ada tumpahan larutan termisida harus segera dibersihkan.
2. Wood Treatment ( Perlakuan pada Kayu )
Perlakuan pada kayu bertujuan melindungi konstruksi kayu selain dari serangan rayap tanah juga rayap kayu kering dan bubuk kayu kering. Dapat dilakukan pada pra dan pasca konstruksi.
![]() |
![]() |
Pada pekerjaan ini digunakan Metode Injeksi Kayu (wood injector) yang dipasangkan secara permanen pada konstruksi kayu, misalnya kusen, pintu, jendela, tiang dan dinding kayu.
A. Metode pekerjaan
a. Penginjeksian pentil kayu pada kayu yang belum atau sudah di cat. (Gambar Proses Wood Treatment / Perlakuan pada kayu no. 1 ).
b. Jarak pemasangan pentil kayu dengan pentil kayu yang lain 50 75 cm dan dipasang berlawanan arah (siksak)
c. Memasukkan termitisida kedalam kayu dilakukan dengan menggunakan alat pistol injeksi bertekanan 50 180 bar melalui pentil kayu , sehingga penetrasi termitisida dalam kayu meresap sempurna keseluruh bagian kayu
d. Penyemprotan (spraying) dan pelaburan (brusing) dilakukan diseluruh permukaan kayu hinggga basah dan merata dengan larutan termisida. Sedangkan pada kayu yang belum dicat, permukaan dioles dengan larutan termitisida.
e. Sedangkan untuk rangka atap , kuda-kuda, reng dan kaso dioles atau disemprot dengan larutan termitisida. Pengolesan dan penyemprotan selain kepermukaan kayu juga ke bagian ujung-ujung kayu, celah-celah dan retakan dengan dosis 200 ml larutan tiap m2 permukaan
II. Foam Treatment
Perlakuan foam treatment dilakukan bila dalam tanah atau dalam bangunan yang diperlakukan terdapat rongga-rongga yang menyebabkan distribusi larutan termitisida tidak merata.
Foam Treatment dilakukan pada proses pasca dan pra kontruksi Buih yang sudah mengandung termitisida mampu menyerap dengan sempurna kedalam retakan-retakan beton dan rongga-rongga dalam tanah serta menutupi permukaannya.
III. Peralatan yang digunakan
1. Peralatan untuk pelaksanaan aplikasi termisida
- Pentil Kayu
- Alat penyemprot bertekanan tinggi dilengkapi dengan ukuran tekanan yang layak pakai (Sprayer)
- Alat injeksi atau injector dilengkapi dengan tabung tekanan tinggi
- Gelas ukur dan wadah untuk membuat larutan
- Alat keselamatan kerja sesuai dengan kertentuan Departemen Tenaga Kerja seperti: seragam kerja berlengan panjang, respiratot, sepatu boot karet, sarung tangan tanah bahan kimia, helm, kacamata, masker dan penutup telinga
- Pengaduk bahan termisida
- Wadah untuk membuat larutan
- Palu
2. Alat penunjang
- Kunci-kunci untuk membuka skrup dan baut berikut tempatnya
- Alat pengikat/pengaman
- Kotak pertolongan pertama pada kecelakaan
- Tangga
- Lampu senter
- Alat pendeteksi rayap
- Botol kecil isi alcohol 70% untuk identifikasi
IV. Penggunaan Insectisida
- Insecticida Treatment
- Bifenthrin Wood
- Cypermethrin Wood
- Fiproni l Soil / Foam
- Permethrin Wood
- Imidacloprid Soil / Foam
V. Garansi
- Pra Kontruksi / Bangunan belum jadi 5 tahun
- Pasca Kontruksi / Bangunan sudah jadi 3 tahun
Kami memberikan garansi jika ditemukan rayap dalam jangka waktu tersebut di atas, maka kami berkewajiban untuk mengulang pekerjaan anti rayap tersebut atas biaya kami sendiri.


